Aksi Pungli di Jembatan Tapteng
Aksi Pungli di Jembatan Tapteng Saat Bencana Viral, Polisi Bergerak Cepat
Peristiwa dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Garoga, Desa Pulo Pakkat 1, Kecamatan Suka Bangun, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah sebuah video rekaman warganya viral di media sosial. Kejadian ini makin menyita perhatian karena berlangsung saat wilayah tersebut tengah terdampak bencana, sehingga di anggap sangat meresahkan masyarakat. Aparat kepolisian pun memastikan telah menindaklanjuti laporan tersebut.
Baca juga : Bupati Subang Geram
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria mendokumentasikan kondisi di sekitar jembatan sambil menunjukkan sekelompok pemuda yang di duga melakukan pungli kepada setiap pengendara yang melintas. Para pemuda tersebut tampak meminta uang dengan nominal yang berbeda-beda. Warga yang merekam video itu bahkan hampir mendapatkan intimidasi karena berani mengungkapkan praktik tersebut ke publik.
Polisi Bergerak Cepat
Dalam video itu, pria tersebut juga sempat menyampaikan imbauan langsung kepada pengendara agar tidak memberikan uang. Ia menegaskan bahwa pungutan semacam itu tidak memiliki dasar hukum dan justru merugikan warga yang sedang berusaha melewati jalur tersebut, apalagi di tengah situasi bencana.
Ia turut memperlihatkan uang yang di duga hasil dari praktik pungli tersebut, mulai dari pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu, yang menurutnya di berikan oleh pengguna jalan karena merasa terpaksa. Melalui rekamannya, ia mendesak aparat setempat untuk turun tangan dan menertibkan para pelaku agar tidak menimbulkan kericuhan atau situasi berbahaya lainnya.
Menanggapi viralnya video itu, Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut. Ia memastikan bahwa Polsek setempat sudah bergerak melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi aksi serupa yang meresahkan warga.
Ferry menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan solidaritas, terutama saat daerah sedang di landa bencana. Menurutnya, tindakan memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan pribadi tidak dapat di benarkan dan harus mendapat penindakan tegas. Ia juga mengajak masyarakat agar lebih peka, serta segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan di wilayah mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah kondisi darurat, kolaborasi antara masyarakat dan pihak keamanan sangat di butuhkan. Tindakan cepat aparat dalam menindaklanjuti laporan di harapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga yang harus melewati wilayah tersebut, serta mencegah praktik pungli lainnya muncul di kemudian hari.
Dengan adanya respons cepat dari kepolisian, masyarakat berharap situasi di Jembatan Garoga kembali kondusif, sehingga jalur tersebut dapat di gunakan dengan aman oleh pengendara yang membutuhkan akses, khususnya selama masa penanganan bencana.
