Insiden Anak Kades Sukabumi
Jabar Hari Ini: Insiden Anak Kades Sukabumi, Kisruh Glamping di Citepus, dan Rumah Terbelah di Ciamis
Sejumlah peristiwa penting kembali mewarnai Jawa Barat pada Senin, 8 Desember 2025. Mulai dari video anak kepala desa di Sukabumi yang memicu kegaduhan saat audiensi, polemik pembangunan glamping oleh warga negara asing di kawasan Pantai Citepus, hingga rumah warga di Ciamis yang terbelah akibat longsor. Berikut rangkuman lengkapnya.
Baca juga : Bupati Subang Geram
Anak Kepala Desa di Sukabumi Viral Usai Merokok dan Menggebrak Meja Saat Audiensi
Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan dalam forum musyawarah Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi viral. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang di sebut sebagai anak kepala desa tampak merokok di dalam ruang rapat. Tidak hanya itu, ia juga terlihat menggebrak meja dengan keras saat warga menyampaikan keluhan mengenai janji pembangunan jalan desa.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari warga yang hadir. Beberapa dari mereka bahkan terpancing emosi dan ikut terlibat adu argumen. Camat Surade, U Suryana, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut kejadian berlangsung pada 1 Desember 2025 dan menyatakan bahwa tindakan emosional tersebut di picu sorakan warga yang di anggap menyinggung sang kades.
Meski sempat memanas, kedua pihak akhirnya menyelesaikan konflik secara kekeluargaan. Suryana juga memastikan bahwa pembangunan jalan desa yang sempat di persoalkan kini mulai di kerjakan dengan adanya pengumpulan material di lapangan.
Warga Protes Pembangunan Glamping oleh WNA Korea di Pantai Citepus
Tidak kalah ramai, video lain yang memperlihatkan warga membongkar pagar bambu di pesisir Pantai Citepus juga menyita perhatian publik. Pagar tersebut di duga di pasang oleh pengelola glamping yang di sebut sebagai investor asal Korea. Warga menilai bangunan tenda balon putih yang berdiri di atas dek kayu itu telah mencaplok area publik dan terlalu dekat dengan bibir pantai.
Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tersisih. Basecamp komunitas lokal di sebut telah di gusur, sementara investor asing bebas melakukan pembangunan tanpa izin resmi.
Kepala Desa Citepus, Koswara, mengonfirmasi bahwa pemerintah desa tidak pernah menerima pengajuan izin apa pun terkait pembangunan tersebut. Ia menegaskan akan melaporkan kasus itu kepada instansi terkait agar di lakukan penertiban yang melibatkan Satpol PP hingga aparat keamanan laut.
Rumah Warga di Ciamis Terbelah Akibat Longsor
Di Ciamis, hujan deras menyebabkan tanah longsor di kawasan Panawangan yang mengakibatkan satu rumah rusak berat. Rumah milik Yaya Rachman, 65 tahun, mengalami keretakan parah pada dinding, lantai, hingga atap. Keluarga tersebut terpaksa mengungsi karena khawatir bangunan ambruk.
BPBD Ciamis menjelaskan bahwa rumah tersebut di bangun di atas tanah bekas urugan dan berada di dekat bekas kolam, sehingga struktur tanahnya labil. Kerusakan di perkirakan mencapai 72 persen dan masuk kategori rusak berat.
