Komdigi Diminta Tingkatkan Publikasi

Komdigi Diminta Tingkatkan Publikasi

Komdigi Diminta Tingkatkan Publikasi

Komdigi Diminta Tingkatkan Publikasi Kinerja Pemerintah dalam Penanganan Bencana

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendapatkan sorotan dari anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya, terkait masih kurang optimalnya publikasi mengenai berbagai langkah strategis pemerintah, khususnya dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah bekerja keras di lapangan, namun informasi tersebut belum tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Dalam rapat kerja bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Endipat menyampaikan bahwa Komdigi seharusnya tampil lebih aktif dalam mengamplifikasi program serta kinerja pemerintah. Ia menilai banyak capaian pemerintah yang seharusnya bisa di ketahui publik, namun justru tenggelam oleh derasnya narasi negatif di media sosial.

Baca juga : Bupati Subang Geram

Kementerian Komunikasi

Endipat mencontohkan langkah Kementerian Kehutanan yang di sebut telah melakukan evaluasi menyeluruh dan gerakan penanaman pohon dalam skala besar. Namun, upaya tersebut kurang terpublikasi sehingga masyarakat tidak mengetahui apa yang sudah di lakukan pemerintah dalam pencegahan bencana. Ia menekankan pentingnya Komdigi untuk mengedepankan komunikasi publik yang proaktif, informatif, dan viral agar pesan pemerintah tidak kalah dengan konten-konten yang beredar di media sosial.

Menurutnya, berbagai konten yang menyebut pemerintah tidak hadir di lokasi bencana sangat merugikan, mengingat negara telah mengambil langkah cepat sejak awal. Bahkan, pemerintah di sebut sudah membangun ratusan posko bantuan, sementara beberapa pihak yang baru datang justru mengklaim bahwa pemerintah tidak bekerja. Narasi inilah yang di harapkan dapat di luruskan melalui strategi komunikasi yang lebih efektif.

Endipat menekankan bahwa Komdigi harus mampu memahami isu-isu sensitif nasional dan memperkuat penyebaran informasi yang benar. Ia berharap kementerian tersebut dapat menggunakan berbagai platform digital untuk memastikan informasi positif dan faktual mengenai kinerja pemerintah dapat menjangkau masyarakat luas, terutama di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu akurat.

Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik bahwa negara telah menganggarkan dana besar, bahkan mencapai triliunan rupiah, untuk membantu daerah terdampak bencana. Sementara itu, ada pihak-pihak tertentu yang hanya memberikan bantuan dalam jumlah kecil tetapi mendapat sorotan besar di media sosial. Endipat menilai hal tersebut sebagai ketimpangan informasi yang harus di perbaiki melalui komunikasi publik yang lebih kuat dan terarah.

Dengan adanya dorongan ini, Komdigi di harapkan dapat memperbaiki strategi di seminasi informasi sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang jelas, akurat, dan seimbang mengenai apa yang telah di lakukan pemerintah. Tujuannya agar tidak lagi muncul anggapan bahwa negara tidak hadir, padahal pemerintah telah bekerja sejak awal dalam penanganan bencana.

Insiden Anak Kades Sukabumi

Insiden Anak Kades Sukabumi

Jabar Hari Ini: Insiden Anak Kades Sukabumi, Kisruh Glamping di Citepus, dan Rumah Terbelah di Ciamis

Sejumlah peristiwa penting kembali mewarnai Jawa Barat pada Senin, 8 Desember 2025. Mulai dari video anak kepala desa di Sukabumi yang memicu kegaduhan saat audiensi, polemik pembangunan glamping oleh warga negara asing di kawasan Pantai Citepus, hingga rumah warga di Ciamis yang terbelah akibat longsor. Berikut rangkuman lengkapnya.

Baca juga : Bupati Subang Geram

Anak Kepala Desa di Sukabumi Viral Usai Merokok dan Menggebrak Meja Saat Audiensi

Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan dalam forum musyawarah Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi viral. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang di sebut sebagai anak kepala desa tampak merokok di dalam ruang rapat. Tidak hanya itu, ia juga terlihat menggebrak meja dengan keras saat warga menyampaikan keluhan mengenai janji pembangunan jalan desa.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari warga yang hadir. Beberapa dari mereka bahkan terpancing emosi dan ikut terlibat adu argumen. Camat Surade, U Suryana, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut kejadian berlangsung pada 1 Desember 2025 dan menyatakan bahwa tindakan emosional tersebut di picu sorakan warga yang di anggap menyinggung sang kades.

Meski sempat memanas, kedua pihak akhirnya menyelesaikan konflik secara kekeluargaan. Suryana juga memastikan bahwa pembangunan jalan desa yang sempat di persoalkan kini mulai di kerjakan dengan adanya pengumpulan material di lapangan.

Warga Protes Pembangunan Glamping oleh WNA Korea di Pantai Citepus

Tidak kalah ramai, video lain yang memperlihatkan warga membongkar pagar bambu di pesisir Pantai Citepus juga menyita perhatian publik. Pagar tersebut di duga di pasang oleh pengelola glamping yang di sebut sebagai investor asal Korea. Warga menilai bangunan tenda balon putih yang berdiri di atas dek kayu itu telah mencaplok area publik dan terlalu dekat dengan bibir pantai.

Sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tersisih. Basecamp komunitas lokal di sebut telah di gusur, sementara investor asing bebas melakukan pembangunan tanpa izin resmi.

Kepala Desa Citepus, Koswara, mengonfirmasi bahwa pemerintah desa tidak pernah menerima pengajuan izin apa pun terkait pembangunan tersebut. Ia menegaskan akan melaporkan kasus itu kepada instansi terkait agar di  lakukan penertiban yang melibatkan Satpol PP hingga aparat keamanan laut.

Rumah Warga di Ciamis Terbelah Akibat Longsor

Di Ciamis, hujan deras menyebabkan tanah longsor di kawasan Panawangan yang mengakibatkan satu rumah rusak berat. Rumah milik Yaya Rachman, 65 tahun, mengalami keretakan parah pada dinding, lantai, hingga atap. Keluarga tersebut terpaksa mengungsi karena khawatir bangunan ambruk.

BPBD Ciamis menjelaskan bahwa rumah tersebut di bangun di atas tanah bekas urugan dan berada di dekat bekas kolam, sehingga struktur tanahnya labil. Kerusakan di perkirakan mencapai 72 persen dan masuk kategori rusak berat.

Ada Mobil Berisi Jasad Korban Banjir

Ada Mobil Berisi Jasad Korban Banjir

Ada Mobil Berisi Jasad Korban Banjir – Informasi viral yang menyebutkan slot gatotkaca banyak mobil di sepanjang jalan raya Aceh Tamiang berisi jasad korban banjir membuat masyarakat resah. Menanggapi kabar tersebut, Polres Aceh Tamiang langsung bergerak cepat untuk memastikan kebenaran situasi di lapangan. Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh dan tidak menemukan keberadaan kendaraan berisi jenazah sebagaimana yang ramai di beritakan di media sosial.

Langkah ini di lakukan untuk memastikan keamanan serta memberikan kepastian informasi kepada masyarakat. Menurutnya, pengecekan di lakukan secara intensif hingga ke titik-titik yang sebelumnya sulit diakses akibat tingginya debit air.

Baca juga : www.polresrokanhulu.com

Polres Aceh Tamiang Tegaskan Tidak Ada Mobil Berisi Jasad Korban Banjir, Tim Terus Sisir Lokasi

Meski belum princess 1000 menemukan tanda-tanda sesuai informasi yang beredar, Kapolres menegaskan bahwa penyisiran akan terus di lakukan. Polres Aceh Tamiang juga mendapat dukungan penuh dari Mabes Polri dalam upaya memberikan rasa aman selama masa pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, termasuk memastikan tidak ada warga yang menjadi korban tanpa terdata.

Dalam keterangannya, Muliadi mengimbau warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti kebenarannya, terlebih ketika situasi masih dalam fase pemulihan. Menurutnya, penyebaran kabar yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan dan menghambat upaya penanganan bencana.

Polres Aceh Tamiang juga menerima sejumlah bantuan penting untuk mempercepat pemulihan operasional. Bantuan tersebut meliputi puluhan koli perlengkapan dinas seperti pakaian lapangan, sepatu, topi rimba, dan kaos kaki, serta dukungan kendaraan berupa sepeda motor operasional. Tak hanya itu, suplai bahan bakar, genset, perangkat helm, hingga fasilitas jaringan internet satelit turut di berikan guna menunjang tugas di lapangan. Seluruh perlengkapan yang di terima langsung di manfaatkan untuk memperkuat pelayanan kepolisian di daerah terdampak.

Dampak Banjir

Selain bantuan yang sudah tiba, tambahan dukungan dari berbagai satuan Polri juga sedang dalam perjalanan menuju Aceh Tamiang. Di athena168 antaranya pakaian dinas lengkap, perangkat internet satelit tambahan, fasilitas water treatment dari Brimob beberapa daerah, tenaga kesehatan dengan perlengkapan medis, serta kendaraan operasional lain seperti mobil double cabin dan motor trail. Kehadiran seluruh bantuan ini di harapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi Polres dan Polsek yang terdampak banjir.

Kapolres Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan jajaran atas perhatian serta bantuan yang diberikan sejak awal bencana.

Ojol Dipukuli Ojek Pangkalan

Ojol Dipukuli Ojek Pangkalan

Ojol Dipukuli Ojek Pangkalan di Jakarta Barat, Berawal dari Kesalahpahaman Area Jemput Penumpang

Insiden antara pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) kembali terjadi di kawasan Jakarta Barat. Kali ini, peristiwa tersebut berlangsung di depan Stasiun Duri, Tambora, dan sempat menghebohkan warga sekitar. Aksi kekerasan terhadap seorang pengemudi ojol itu terekam warga dan menyebar luas di media sosial, sehingga memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.

Kejadian bermula ketika seorang pengendara ojol datang untuk menjemput penumpangnya. Saat itu, ia tampak mengenakan jas hujan dan tengah menunggu di sebuah titik yang dianggap sudah sesuai dengan kesepakatan tidak tertulis antara ojol dan opang di area tersebut. Namun, beberapa opang merasa keberatan dan menganggap lokasi itu masih berada di area pangkalan mereka. Kesalahpahaman ini kemudian memicu keributan hingga berujung pemukulan terhadap ojol yang sama sekali tidak melakukan perlawanan.

Baca juga : Bupati Subang Geram

keterangan Kanit Reskrim

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara, insiden tersebut murni dipicu oleh miskomunikasi seputar area penjemputan penumpang. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada aturan bersama yang menyarankan ojol untuk menjemput penumpang sedikit menjauh dari pangkalan opang. Namun, saat kejadian, interpretasi mengenai batas area tersebut memicu ketersinggungan.

dua pelaku berinisial RU dan M

Cekcok yang terjadi secara spontan membuat emosi para pelaku memuncak. Akibatnya, pemukulan terhadap pengemudi ojol tidak bisa terhindarkan, seperti yang terlihat dalam rekaman video yang beredar. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua pelaku berinisial RU dan M hanya dua jam setelah kejadian. Mereka ditangkap di wilayah Tambora dan langsung menjalani pemeriksaan.

Saat ini, kondisi di sekitar Stasiun Duri telah kembali kondusif. Aparat kepolisian mengumpulkan perwakilan ojol dan opang untuk berdiskusi serta memastikan tidak terjadi bentrokan lanjutan. Upaya mediasi dilakukan agar kedua pihak dapat kembali menjaga ketertiban, khususnya di kawasan yang sering menjadi titik penjemputan dan pengantaran penumpang.

Baik RU maupun M telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. M mengaku gelap mata karena kondisi pangkalan sedang sepi, yang membuatnya terbawa emosi. Ia menyesali perbuatannya dan berharap masalah ini dapat selesai secara kekeluargaan. Hal serupa juga disampaikan RU, yang menegaskan tidak akan mengulangi perbuatannya dan meminta maaf kepada seluruh pengemudi ojol yang dirugikan.

Insiden ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya komunikasi yang lebih baik antara ojol dan opang. Keselarasan dan saling menghormati area kerja dapat menghindarkan konflik serupa serta menjaga kenyamanan penumpang maupun pengemudi di lapangan.

Dewi Perssik 23 Tahun Eksis

Dewi Perssik 23 Tahun Eksis

Dewi Perssik 23 Tahun Eksis: Soroti Fenomena Artis Instan di Era Digital

Kembali menjadi sorotan setelah mengungkap pandangannya mengenai maraknya figur publik yang mendadak terkenal lewat media sosial. Meski banyak pendatang baru bermunculan, pedangdut yang akrab di sapa Depe ini berhasil mempertahankan eksistensinya selama lebih dari dua dekade. Ia menegaskan bahwa perjalanan panjangnya di dunia hiburan bukanlah hal mudah, terlebih persaingan di industri dangdut semakin ketat setiap tahun.

Selama 23 tahun berkarya, Dewi Perssik merasa bersyukur masih di beri kepercayaan untuk tampil dan menjadi juri di berbagai ajang pencarian bakat. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar sekaligus bukti bahwa publik masih menghargai proses dan konsistensinya. Ia menekankan bahwa popularitas bukan hanya tentang tampil di layar, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menyajikan karya yang dapat di nikmati masyarakat luas.

Mengajarkan Arti Sebuah Karya

Di tengah fenomena selebritas dadakan, Dewi Perssik berharap generasi muda memahami nilai sebuah karya. Menurutnya, kemudahan teknologi saat ini memang membuka peluang besar untuk menjadi terkenal, namun ketenaran bukan satu-satunya tujuan. Ia mengingatkan bahwa kualitas dan ketahanan karya jauh lebih penting di banding sekadar viral sesaat.

Depe menegaskan bahwa musisi maupun pekerja seni harus mampu menghargai pencapaian diri sendiri, baik berupa penghargaan maupun apresiasi publik. Dengan begitu, mereka tidak mudah patah semangat ketika menghadapi tekanan atau kompetisi. Baginya, proses berkarya adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kerja keras, dan mental yang kuat.

Kemudahan Era Digital dan Tantangan Baru

Perubahan zaman menjadi salah satu sorotan Dewi Perssik. Ia membandingkan proses meniti karier pada masanya dengan kondisi saat ini. Dulu, penyanyi harus berjuang keras untuk mengenalkan lagu hingga akhirnya di terima pasar. Kini, media sosial memberi jalan pintas bagi siapa saja untuk meraih popularitas dengan cepat.

Namun ia menekankan, kemudahan tersebut juga memiliki tantangan besar. Jika popularitas datang secara instan, maka risiko redup pun bisa datang sama cepatnya. Menurut Depe, mempertahankan eksistensi di tengah derasnya arus informasi adalah pekerjaan paling sulit bagi pelaku seni masa kini.

Baca juga : Bupati Subang Geram

Tidak Berhenti Belajar

Meski sudah lama berkarier, Dewi Perssik mengaku tidak pernah berhenti belajar. Ia percaya bahwa kemampuan seseorang akan terus berkembang selama ada kemauan. Baginya, usia bukan alasan untuk berhenti meningkatkan kualitas diri. Ia mendorong generasi muda untuk terus mengasah kemampuan agar tidak hanya sekadar viral, tetapi benar-benar memiliki karya yang di hargai.

Dengan pengalamannya yang panjang, Dewi Perssik berharap pelaku seni masa kini dapat memahami bahwa ketenaran sejati lahir dari kualitas dan konsistensi, bukan sekadar sensasi sesaat. Ia mengajak semua orang untuk terus berkarya, bersyukur, dan tidak mudah menyerah demi mempertahankan eksistensi di industri hiburan yang terus berkembang pesat.

Pencuri Ponsel Kaget Saat Digerebek

Pencuri Ponsel Kaget Saat Digerebek

Sedang Tidur Lelap, Pencuri Ponsel Kaget Saat Digerebek Polisi

Aksi pencurian yang terjadi pada 18 November 2025 di kawasan Ciracas, Jakarta Timur berakhir dengan penangkapan cepat. Seorang pria berinisial SH akhirnya di amankan aparat kepolisian setelah aksinya terekam jelas oleh kamera CCTV di rumah korban.

Penangkapan berlangsung di kediaman SH yang berada di wilayah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Saat polisi tiba, SH di ketahui sedang tertidur pulas tanpa menyadari bahwa identitasnya telah terungkap melalui rekaman kamera pengawas. Keberhasilan polisi mengamankan pelaku ini menjadi bukti efektivitas pengawasan digital dalam membantu penyelidikan kasus kriminal.

Baca juga : Bupati Subang Geram

Terekam CCTV Saat Masuk Rumah Korban

Menurut keterangan resmi dari pihak kepolisian, SH masuk ke rumah korban melalui pintu yang tidak terkunci. Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku memanfaatkan situasi rumah yang sepi untuk mengambil sebuah ponsel yang tergeletak di lantai. Aksi tersebut hanya berlangsung beberapa detik, tetapi rekaman video langsung menjadi bukti kuat untuk mengidentifikasi wajah pelaku.

Setelah mengantongi identitas SH, tim opsnal Resmob dari Polda Metro Jaya segera bergerak cepat. Hanya berselang satu hari dari kejadian, tepatnya pada 19 November 2025, SH berhasil di ringkus tanpa perlawanan berarti.

Detik-Detik Penangkapan: Pelaku Terbangun dalam Kondisi Terkejut

Momen penangkapan SH sempat di abadikan oleh warga sekitar. Dalam video tersebut, terlihat SH sedang tertidur di dalam rumahnya. Ia sontak terkejut ketika beberapa pria—yang kemudian memperkenalkan diri sebagai anggota polisi—membangunkannya dan langsung mengamankan tangannya. SH kemudian di borgol menggunakan tali agar tidak melarikan diri.

Pada awalnya, keluarga pelaku sempat mempertanyakan tindakan polisi. Namun, setelah petugas menunjukkan bukti rekaman CCTV dan menjelaskan identitas mereka, keluarga akhirnya menerima proses hukum tersebut. Polisi yang mengenakan pakaian preman lalu meminta SH menunjukkan barang-barang yang di gunakan ketika melakukan aksi pencurian.

Barang Bukti dan Proses Hukum

Dalam proses penggeledahan, polisi berhasil menyita sejumlah barang yang di duga di gunakan pelaku, seperti sandal, kaos, celana, serta sebuah topi hitam. Seluruh barang bukti tersebut kini di amankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal mengungkapkan bahwa SH di duga bertindak seorang diri dalam insiden tersebut. Polisi kemudian membawa SH ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif, termasuk analisis rekaman CCTV dan pendalaman motifnya melakukan pencurian.

Terancam Hukuman Hingga 9 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, SH di jerat Pasal 363 KUHP mengenai tindak pencurian dengan pemberatan. Pasal tersebut mengatur hukuman penjara maksimal sembilan tahun bagi pelaku yang terbukti melakukan pencurian dengan kondisi tertentu, termasuk jika di lakukan di rumah tinggal atau di sertai pemberatan lainnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan keamanan rumah, termasuk mengunci pintu dan menempatkan barang berharga di tempat aman. Selain itu, penggunaan CCTV terbukti sangat efektif membantu aparat dalam mengungkap tindak kriminal secara cepat dan tepat.

Verrell Bramasta Angkat Suara

Verrell Bramasta Angkat Suara

Verrell Bramasta Angkat Suara-  soal Hati Tetap Jernih di Tengah Sorotan Usai Viral Rompi Taktis

Aktor sekaligus anggota DPR RI, Verrell Bramasta, kembali menjadi perhatian publik setelah unggahannya saat mengunjungi lokasi terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat viral di media sosial. Ia terlihat mengenakan rompi taktis ketika bertemu warga, dan hal ini memicu banyak pertanyaan dari warganet yang mempertanyakan alasan di balik pemilihan busana tersebut.

Dalam beberapa foto yang di unggah, Verrell tampak sedang berada di area yang masih dipenuhi lumpur dan genangan air. Salah satu gambar memperlihatkannya berjongkok di bawah pohon sambil menunjuk ke arah kubangan air berlumpur, seolah sedang memperhatikan kondisi sekitar secara detail. Potret tersebut menjadi bahan diskusi dan menambah panas pembicaraan soal penampilannya.

Baca juga : Bupati Subang Geram

Aktor sekaligus anggota DPR

Hingga kini, Verrell belum memberikan klarifikasi langsung mengenai alasan pemakaian rompi taktis tersebut. Meski demikian, melalui Instagram Stories, ia menyampaikan pesan yang bernada reflektif. Ia menyinggung pentingnya menjalankan amanat dengan ketulusan, terutama ketika berada di tengah situasi yang penuh tekanan dan sorotan publik. Ia menulis bahwa amanat yang di jalankan dengan ikhlas tidak akan terasa berat karena setiap langkah di pandu oleh hati yang tetap jernih.

Sebagai anggota DPR dari Partai Amanat Nasional, Verrell juga membagikan sejumlah potret kegiatan resmi, termasuk momen saat Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI berdialog dengan Wakil Ketua Parlemen Hungaria. Dalam unggahan tersebut, ia menekankan bahwa setiap perjuangan memiliki doa yang tidak selalu terucap. Ia berharap langkah-langkah yang ia ambil dapat membawa harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menyadari usianya yang masih muda, Verrell menegaskan bahwa berbagai kejadian yang ia hadapi merupakan proses pembelajaran. Ia menuliskan bahwa kerendahan hati adalah fondasi penting untuk terus bertumbuh. Baginya, sikap rendah hati bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang membantu seseorang terus belajar dalam berbagai situasi.

Viralnya foto rompi taktis tersebut bermula dari unggahannya pada akhir November 2025. Dalam keterangan yang ia sertakan, Verrell menceritakan kesan pertamanya saat tiba di salah satu titik paling terdampak banjir di Padang. Ia menggambarkan kondisi warga yang masih trauma karena air naik begitu cepat hingga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

Melalui refleksi dan ceritanya, Verrell seolah ingin menegaskan bahwa kunjungannya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Meski sorotan publik tak bisa di hindari, ia berusaha menunjukkan bahwa ia tetap berpegang pada niat membantu dan mendengar langsung keluhan masyarakat. Artikel ini di harapkan dapat memberikan perspektif lebih utuh mengenai situasi yang terjadi di lapangan dan respons Verrell terhadap perhatian publik.

Bupati Subang Geram

Bupati Subang Geram

Bupati Subang Geram- Hentikan Truk Tambang yang Melanggar Aturan Operasional: “Lihat Warga Saya Macet”

Sebuah video yang menampilkan aksi tegas Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, viral di media sosial. Dalam video tersebut, Bupati tampak menghentikan langsung sejumlah truk tambang yang melanggar aturan jam operasional. Kejadian itu berlangsung saat ia melakukan slot depo 10k inspeksi mendadak di jalur Purwadadi–Sukamandi, Kabupaten Subang, pada Rabu malam tanggal 4 Desember 2025.

Aksi tegas tersebut di lakukan karena banyaknya truk bermuatan berat yang kedapatan beroperasi sebelum pukul 20.00 WIB. Truk-truk tersebut menyebabkan kemacetan panjang dan membuat arus lalu lintas tersendat pada jam-jam sibuk masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar, Bupati Reynaldy turun dari motor yang ia kendarai sendiri dan langsung menegur para sopir truk yang tidak mematuhi aturan. Dengan nada tegas, ia meminta para sopir menepi.

“Belum jam delapan malam, mobil-mobil besar tidak boleh lewat. Ke pinggir dulu. Lihat warga saya macet seperti ini,” ucapnya sambil menunjuk antrean kendaraan yang mengular.

Video tersebut mendapat respons luar biasa dari warganet. Jutaan penonton memberikan komentar positif yang mendukung tindakan tegas pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga : www.polresrokanhulu.com

Pelanggaran yang Sudah Berulang

Dalam keterangannya, Bupati Reynaldy mengaku sangat kecewa karena sebelumnya pemerintah daerah sudah berulang kali memberikan peringatan kepada perusahaan tambang dan sopir angkutan berat. Namun, sebagian tetap mengabaikan aturan.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Subang telah menerapkan aturan pembatasan jam operasional truk berat berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2025. Aturan ini mulai berlaku sejak 10 Juni 2025 dan di buat untuk mengurangi kemacetan serta risiko kecelakaan yang sering terjadi akibat tingginya lalu lintas kendaraan besar.

Pembatasan jam operasional truk berat di tetapkan sebagai berikut:

  • Senin–Jumat: truk di larang beroperasi pada pukul 05.00–09.00 WIB dan 16.00–20.00 WIB
  • Sabtu, Minggu, dan Hari Libur: truk dilarang melintas pada pukul 05.00–21.00 WIB

Menurut Reynaldy, aturan ini bukan untuk menghambat mata pencaharian para sopir truk dan perusahaan tambang. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga jauh lebih penting.

“Ini bukan soal membatasi rezeki. Ini soal melindungi hak rakyat, keselamatan anak-anak di jalan, dan ketertiban bersama,” ujarnya.

Sidak untuk Kepentingan Warga

Reynaldy memastikan bahwa sidak yang ia lakukan bukan sekadar formalitas. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus menindak tegas setiap pelanggaran demi menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib.

“Saya berdiri bersama rakyat. Kita buktikan bahwa Subang bisa tertib dan aman,” katanya.

Aksi ini mendapat banyak dukungan dari masyarakat yang merasa terbantu karena kemacetan akibat truk tambang sudah lama menjadi keluhan warga Subang. Dengan adanya tindakan tegas ini, warga berharap aturan operasional dapat di patuhi dan kondisi lalu lintas semakin kondusif.

Exit mobile version