Viral Video Pejabat Batam, Pemkot Buka Suara
Polemik baru mengguncang Pemerintah Kota (Pemkot) Batam setelah sebuah video call bermuatan tidak senonoh beredar luas di media sosial dan rajamahjong menjadi perbincangan publik. Rekaman itu di sebut-sebut melibatkan seorang pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan Batam, sehingga memicu pertanyaan luas dari masyarakat tentang integritas aparatur pemerintah. Kasus ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal namun juga media nasional, yang menyoroti respon cepat dari Pemkot Batam menyusul viralnya video tersebut.
Respons Resmi Pemerintah Kota Batam
Pemkot Batam tidak membiarkan isu ini berlarut. Pemerintah kota segera menanggapi setelah video call yang di duga melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, berinisial GR, sempat menyebar di berbagai situs kamboja platform digital. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Di skominfo) Batam menyatakan bahwa Pemkot tengah melakukan proses internal terkait dugaan pelanggaran disiplin aparatur sipil negara. Proses tersebut mengikuti ketentuan Undang‑Undang tentang Aparatur Sipil Negara serta aturan disiplin internal yang berlaku.
Menurut pemaparan Diskominfo, seluruh tahapan administrasi akan dijalankan secara transparan dan profesional sebelum hasilnya di laporkan ke pimpinan pemerintahan kota. Penanganan kasus di arahkan pada aspek administrasi dan disiplin kepegawaian, bukan hanya sekadar respons terhadap viralnya video di dunia maya.
Penonaktifan dan Langkah Tegas
Langkah lebih tegas diambil oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad setelah kegaduhan tersebut terus memicu sorotan publik. Kepala Disperindag Batam. Gustian Riau, di tonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai bentuk respons awal terhadap kontroversi ini. Sanksi administratif berupa pembebasan tugas tersebut di maksudkan untuk menjaga reputasi institusi serta mencegah opini publik yang lebih negatif.
Keputusan ini mencerminkan komitmen Pemkot Batam untuk menangani isu internal secara serius. Penonaktifan pejabat itu juga menunjukkan sikap tegas pemerintah kota terhadap dugaan pelanggaran etika yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan.
Dugaan Pemerasan dan Penyelidikan Polisi
Bukan hanya proses internal. Kasus ini juga memasuki ranah hukum. Polda Kepulauan Riau (Polda Kepri) kini mendalami laporan yang melibatkan pejabat tersebut. Penyidik dari Di rektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) tengah mengusut kemungkinan adanya pemerasan atau manipulasi yang terkait dengan video viral tersebut. Kasus ini memicu spekulasi luas tentang motif di balik penyebaran video tersebut, termasuk kemungkinan adanya oknum atau pihak tertentu yang mengincar pejabat itu.
Polda Kepri memastikan penyelidikan berjalan secara objektif dan profesional, dengan menelusuri jejak digital serta bukti‑bukti yang relevan. Pendalaman kasus ini menunjukkan bahwa masalah viral video tidak berhenti pada konten yang tersebar, namun juga melibatkan aspek kriminal yang serius.
Dampak Publik dan Harapan Masyarakat
Isu ini memicu reaksi kuat dari masyarakat Batam dan netizen nasional. Banyak warga menuntut agar pemerintah kota bersikap tegas dan transparan dalam menangani kasus ini agar tidak mencederai citra birokrasi di daerah. Seruan agar proses hukum dan disiplin di jalankan seadil‑adilnya semakin menguat seiring berkembangnya perdebatan di ruang publik.
Masyarakat juga berharap bahwa setiap pejabat publik mempertahankan tingkah laku sesuai standar etika dan profesionalisme yang tinggi. Terutama di era digital di mana jejak digital bisa cepat menyebar dan berdampak luas. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga akuntabilitas serta integritas dalam jabatan publik.
Kesimpulan
Viralnya video call tak senonoh yang menyeret nama pejabat Pemkot Batam menimbulkan gejolak sosial serta respons cepat dari pemerintah setempat. Langkah administratif seperti penonaktifan pejabat serta penyelidikan polisi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani kasus ini. Kasus ini juga menggarisbawahi tantangan dalam menjaga profesionalisme aparatur di tengah dinamika dunia digital yang sangat cepat berubah.
