Dewi Perssik 23 Tahun Eksis

Dewi Perssik 23 Tahun Eksis

Dewi Perssik 23 Tahun Eksis

Dewi Perssik 23 Tahun Eksis: Soroti Fenomena Artis Instan di Era Digital

Kembali menjadi sorotan setelah mengungkap pandangannya mengenai maraknya figur publik yang mendadak terkenal lewat media sosial. Meski banyak pendatang baru bermunculan, pedangdut yang akrab di sapa Depe ini berhasil mempertahankan eksistensinya selama lebih dari dua dekade. Ia menegaskan bahwa perjalanan panjangnya di dunia hiburan bukanlah hal mudah, terlebih persaingan di industri dangdut semakin ketat setiap tahun.

Selama 23 tahun berkarya, Dewi Perssik merasa bersyukur masih di beri kepercayaan untuk tampil dan menjadi juri di berbagai ajang pencarian bakat. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar sekaligus bukti bahwa publik masih menghargai proses dan konsistensinya. Ia menekankan bahwa popularitas bukan hanya tentang tampil di layar, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menyajikan karya yang dapat di nikmati masyarakat luas.

Mengajarkan Arti Sebuah Karya

Di tengah fenomena selebritas dadakan, Dewi Perssik berharap generasi muda memahami nilai sebuah karya. Menurutnya, kemudahan teknologi saat ini memang membuka peluang besar untuk menjadi terkenal, namun ketenaran bukan satu-satunya tujuan. Ia mengingatkan bahwa kualitas dan ketahanan karya jauh lebih penting di banding sekadar viral sesaat.

Depe menegaskan bahwa musisi maupun pekerja seni harus mampu menghargai pencapaian diri sendiri, baik berupa penghargaan maupun apresiasi publik. Dengan begitu, mereka tidak mudah patah semangat ketika menghadapi tekanan atau kompetisi. Baginya, proses berkarya adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kerja keras, dan mental yang kuat.

Kemudahan Era Digital dan Tantangan Baru

Perubahan zaman menjadi salah satu sorotan Dewi Perssik. Ia membandingkan proses meniti karier pada masanya dengan kondisi saat ini. Dulu, penyanyi harus berjuang keras untuk mengenalkan lagu hingga akhirnya di terima pasar. Kini, media sosial memberi jalan pintas bagi siapa saja untuk meraih popularitas dengan cepat.

Namun ia menekankan, kemudahan tersebut juga memiliki tantangan besar. Jika popularitas datang secara instan, maka risiko redup pun bisa datang sama cepatnya. Menurut Depe, mempertahankan eksistensi di tengah derasnya arus informasi adalah pekerjaan paling sulit bagi pelaku seni masa kini.

Baca juga : Bupati Subang Geram

Tidak Berhenti Belajar

Meski sudah lama berkarier, Dewi Perssik mengaku tidak pernah berhenti belajar. Ia percaya bahwa kemampuan seseorang akan terus berkembang selama ada kemauan. Baginya, usia bukan alasan untuk berhenti meningkatkan kualitas diri. Ia mendorong generasi muda untuk terus mengasah kemampuan agar tidak hanya sekadar viral, tetapi benar-benar memiliki karya yang di hargai.

Dengan pengalamannya yang panjang, Dewi Perssik berharap pelaku seni masa kini dapat memahami bahwa ketenaran sejati lahir dari kualitas dan konsistensi, bukan sekadar sensasi sesaat. Ia mengajak semua orang untuk terus berkarya, bersyukur, dan tidak mudah menyerah demi mempertahankan eksistensi di industri hiburan yang terus berkembang pesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *