Komdigi Diminta Tingkatkan Publikasi
Komdigi Diminta Tingkatkan Publikasi Kinerja Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendapatkan sorotan dari anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya, terkait masih kurang optimalnya publikasi mengenai berbagai langkah strategis pemerintah, khususnya dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah bekerja keras di lapangan, namun informasi tersebut belum tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Dalam rapat kerja bersama Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Endipat menyampaikan bahwa Komdigi seharusnya tampil lebih aktif dalam mengamplifikasi program serta kinerja pemerintah. Ia menilai banyak capaian pemerintah yang seharusnya bisa di ketahui publik, namun justru tenggelam oleh derasnya narasi negatif di media sosial.
Baca juga : Bupati Subang Geram
Kementerian Komunikasi
Endipat mencontohkan langkah Kementerian Kehutanan yang di sebut telah melakukan evaluasi menyeluruh dan gerakan penanaman pohon dalam skala besar. Namun, upaya tersebut kurang terpublikasi sehingga masyarakat tidak mengetahui apa yang sudah di lakukan pemerintah dalam pencegahan bencana. Ia menekankan pentingnya Komdigi untuk mengedepankan komunikasi publik yang proaktif, informatif, dan viral agar pesan pemerintah tidak kalah dengan konten-konten yang beredar di media sosial.
Menurutnya, berbagai konten yang menyebut pemerintah tidak hadir di lokasi bencana sangat merugikan, mengingat negara telah mengambil langkah cepat sejak awal. Bahkan, pemerintah di sebut sudah membangun ratusan posko bantuan, sementara beberapa pihak yang baru datang justru mengklaim bahwa pemerintah tidak bekerja. Narasi inilah yang di harapkan dapat di luruskan melalui strategi komunikasi yang lebih efektif.
Endipat menekankan bahwa Komdigi harus mampu memahami isu-isu sensitif nasional dan memperkuat penyebaran informasi yang benar. Ia berharap kementerian tersebut dapat menggunakan berbagai platform digital untuk memastikan informasi positif dan faktual mengenai kinerja pemerintah dapat menjangkau masyarakat luas, terutama di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu akurat.
Lebih jauh, ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik bahwa negara telah menganggarkan dana besar, bahkan mencapai triliunan rupiah, untuk membantu daerah terdampak bencana. Sementara itu, ada pihak-pihak tertentu yang hanya memberikan bantuan dalam jumlah kecil tetapi mendapat sorotan besar di media sosial. Endipat menilai hal tersebut sebagai ketimpangan informasi yang harus di perbaiki melalui komunikasi publik yang lebih kuat dan terarah.
Dengan adanya dorongan ini, Komdigi di harapkan dapat memperbaiki strategi di seminasi informasi sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang jelas, akurat, dan seimbang mengenai apa yang telah di lakukan pemerintah. Tujuannya agar tidak lagi muncul anggapan bahwa negara tidak hadir, padahal pemerintah telah bekerja sejak awal dalam penanganan bencana.